SAMPAH PLASTIK (PLASTIC WASTE)
SAMPAH PLASTIK
(PLASTIC WASTE)
Kajian Fisik dan Psikologis
Hai nama saya Angngi Andini Jessica Libu. saya Mahasiswa di Universitas Nusa Cendana (Undana) Fakultas Kesehatan masyarakat, Prodi Psikologi. Saya merupakan mahasiswa baru yang masih ingin mengenal kehidupan kampus dan atmosfer lain yang nantinya akan saya dapatkan di kehidupan kampus.
Sebelum masuk ke inti Sampah Plastik ini saya ingin bercerita sedikit. Singkat cerita, pada suatu siang saat kami baru pulang dari kampus, sampai di terminal untuk pergantian bemo saya melihat beberapa anak sekolah yang turun dari angkutan umum (bemo) dengan santainya membuang botol air mineral plastik di terminal.
Saya tidak langsung menegur tapi memperhatikan bagaimana gerak-geriknya hingga orang sekitar karena kejadian tadi. Semua terlihat tidak peduli dan biasa saja karena hal itu. Botol itu tetap tergelatak ditempat hingga akhirnya saya ambil dan buang botol tersebut. Oia tidak lupa menegur tindakannya itu.
Dari kejadian tadi saya lalu berpikir bagaimana untuk mengubah pola pikir kita semua terhadap hal kecil yang berdampak besar tadi.
Sebagaimana kita semua tau bahwa plastik menjadi bahan yang sering dipakai berbagai kebutuhan. Hampir diseluruh lapisan, plastik digunakan sebagai alat kebutuhan yang selalu tersedia.
Padahal, plastik adalah material yang tidak bisa terdegradasi (terurai).
Berdasarkan artikel dari Kompas dan penelitian dari ScienceMag
Jumlah produksi sampah plastik global sejak 1950 hingga 2015 cenderung selalu menunjukkan peningkatan.
Pada 1950, produksi sampah dunia ada di angka 2 juta ton per tahun.
Sementara 65 tahun setelah itu, pada 2015 produksi sampah sudah ada di angka 381 juta ton per tahun.
Angka ini meningkat lebih dari 190 kali lipat, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5,8 ton per tahun.
Sementara untuk Indonesia yang menerima peringkat ke 2 penghasil sampah terbesar di dunia
Sangat miris mengingat penghasil sampah plastik itu adalah kita, makhluk Tuhan yang diberikan akal sehat oleh Tuhan.
Perilaku hidup seperti ini yang harus diubah. Bagaimana Indonesia 10-20 tahun kedepannya?
Mengingat Kantong plastik biasa membutuhkan waktu sepuluh sampai 12 tahun untuk terurai.
Botol plastik lebih lama lagi. Karena polimernya lebih kompleks dan lebih tebal, botol plastik memiliki waktu 20 tahun untuk hancur.
Sedangkan sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa hancur sempurna.
Jadi, setelah mengetahui apa yang akan terjadi, dampak hingga total sampah plastik di bumi kita ini. Apa yang harus dilakukan??
Setelah mengamati saya memutuskan ada baiknya kita Harus melakukan 2 hal ini..
Penanggulangan secara Fisik dan Psikologis (jangan lupa saya anak Psikologi)
- - FISIK
REUSE
Menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya
Contoh : ember pecah yang masih bisa digunakan untuk pot bunga, Botol Aqua besar atau Minuman soda untuk tempat oli,dll
Penanggulangan sampah plastik dengan mengurangi pemakaian.
Contoh : menggunakan paper bag dibandingkan kantong plastik (kresek), membawa bekal dan air minum daripada membeli kemasan,dll
RECYCLE
Yaitu mendaur ulang sampah menjadi lebih berguna
Contoh : sampah bekas kemasan kopi atau deterjen yg dijadikan kerajinan berupa tas, dll.
- - PSIKOLOGIS
Setelah fisik, berdasarkan Psikologis dalam penanggulangan sampah, saya mengambil dari Psikologi Umum "Kemauan"
Kemauan adalah dorongan dari dalam yang sadar, berdasarkan pertimbangan pikir dan perasan, serta seluruh pribadi seseorang yang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidupnya.
Jadi bagaimana dia sendiri sadar akan hal tersebut dan melakukannya untuk dirinya dan orang lain bahkan anak cucu kelak.
Sehingga dapat saya simpulkan bahwa semuanya dapat berjalan dengan baik, sampah terkhususnya sampah plastik dapat tertangani mulai dari kita dengan baik jika kedua hal tadi diseimbangkan.
Percuma kalau hanya fisik saja ataupun Psikologis saja. Percuma bila dia lakukan 3R tanpa adanya kemauan sadar dalam diri tapi karena paksaan, ia akan melakukannya namun hanya sebentar saja begitupun Psikologis.
Sehingga akhir kata saya juga mau sampaikan SAVE THE EARTH, NOW!
KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI?
Sekian :) #StopNyampah #PlasticWaste #PsikologiUmum
Sumber:
- https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/internasional/read/2018/11/21/18465601/sampah-plastik-dunia-dalam-angka
- https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/internasional/read/2018/11/21/18465601/sampah-plastik-dunia-dalam-angka
- Psikologi Umum "Kemauan" - LeleDenim
- https://alamendah.org/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/amp/

hiyahiyahiya
BalasHapus
BalasHapusIya, sebagai penghuni bumi sudah semestinya kita tau kak🤗🇮🇩
💙💙💙
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusSemangat terus dalam berkarya dan lebih banyak membaca dalam penyusunan atau penempatan kata hubung. Terimakasih juga untuk ilmunya hari ini. God bless
BalasHapusTerimakasih untuk saran yang bagus, semoga kedepannya saya lebih memperhatikan hal tsb :)
HapusGodjob ,semoga tindakan Mu dapat mempengaruhi kepekaan dan kesadaran orang lain dlm menjaga kebersihan lingkungan .
BalasHapusHope come true, kalo bisa jurnal inter goals in future
HapusSemangat terus
BalasHapusYashh, semoga dri artikel ini kita dapat menumbuhkan rasa kepedulia terhadap lingkungan. Semangat terus
BalasHapusIya Stephanie, btw kamu typo saking pedulinya sama lingkungan ya ><
HapusIya saya setuju. Ayo kita bangun kesadaran dałam diri kita masing² akan upaya pengurangan penggunaan sampah pelastik dalam lingkungan kita
BalasHapusBenar sekali, karena semua berasal dan berawal dari diri kita. Dari kesadaran kita
Hapusuwuwuwu artikelnya sangat membantu kesadaran umat manusia tuk tidak membuang sampah sembarangan. mari lestarikan budaya buang sampah pada tempatnya! semangat ewnjii♡
BalasHapusYa benar sekali mangats juga amelss🧚
HapusTerima kasih karena telah peduli terhadap dunia ini, good job👍
BalasHapusTetap semangat terus dalam berkarya. Dan jangan lupa bagi yang sudah baca boleh di terapkan dimulai dari sekarang, dan share kepada yang lain.
Hai unknown! Siapapun anda, saya sangat bersyukur setelah membaca komentar anda, Tuhan berkati dan terimakasih sudah menyempatkan waktu😇
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussangat bermanfat dan berguna bagi keselamatan bumi ini dan Sebuah topik yang sangat menarik untuk dikaji lebih dalam dan merupakan sebuah teguran untuk kita tentang bahaya sampah plastik yang selama ini kita anggap sepele. Semangat dan terus berkarya
BalasHapusThanks teman, untuk itu mari kita share bersama!
Hapusdhankyouu
BalasHapus